sion

Lompatan Iman

Written by Alit Dewanto

Seorang atlet lompat galah dengan sungguh-sungguh melompat melewati rintangan yang ada di depannya. Perjuangannya tidaklah sia-sia karena dia berhasil melewati dan menunggu kesempatan berikutnya untuk melompat lebih tinggi, lebih tinggi, seakan-akan tidak pernah puas dengan lompatan yang ada saat ini. Kalau kaki bisa melompat, maka orang Kristen akan berbicara mengenai lompatan iman.

Spirit perintisan tidak bisa dipisahkan dengan apa yang disebut lompatan iman. Kita berada di dalam masa dimana Tuhan membawa kita untuk melayani hal-hal yang lebih besar dan luar biasa. Ada tenaga, waktu, pikiran, uang, semangat, perhatian yang harus dicurahkan dan diinvestasikan. Ada keputusan demi keputusan yang diambil berdasar kasih kepada Kristus. Lahir anak-anak rohani yang tertanam di berbagai wilayah dan pemimpin-pemimpin baru yang ditahbiskan.

Namun seringkali perintisan tidak lagi menggairahkan, pertambahan jiwa sangat sedikit, ada banyak tantangan dari lingkungan, pekerja yang mudah menyerah, dan anak-anak rohani yang tidak kunjung setia dan hanya sekedar hadir. Ditambah kekurangan finansial dan waktu pun disebut-sebut sebagai penghalang terbesar lainnya.

2 Korintus 4: 11-13 “Sebab kami, yang masih hidup ini, terus menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikialah maut juga giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.”

Ada sesuatu yang berbeda ketika Paulus memberi diri untuk melayani Kristus. Mereka tanpa henti memberi hidupnya, mengalami bahaya mau sepanjang waktu, hidup seperti terombang-ambing kemana Tuhan hendak membawa mereka. Namun hidup mereka menjadi semakin kuat hari lepas hari. Secara fisik, mereka tidak mempunyai apa-apa, namun kekuatan mereka adalam IMAN. Iman adalah DASAR mereka berharap dan BUKTI pembelaan Tuhan yang sempurna (Ibr 11:1). Sehingga ditengah himpitan-himpitan yang ada, kita perlu terobos dengan IMAN, dengan IMAN, dengan IMAN.

 

Dalam hal finansial pun demikian

Ketika pelayanan ini berkembang, ada satu prinsip yang harus kita pegang, bahwa kita yang harus menyesuaikan diri kita kepada Tuhan, bukan sebaliknya Tuhan yang menyesuaikan dengan kita. Diri kita sangat terbatas, dan kadang-kadang keterbatasan itulah yang membuat terbatasnya juga pekerjaan tangan Tuhan yang harusnya tidak terbatas.

Sangat erat kaitannya dengan masalah finansial. Hampir semua mahasiswa masih bergantung kepada orang tua dalam hal keuangan. Banyak yang jadi ciut hatinya dan tidak yakin bisa memberi untuk pelayanan. Saya pernah mengalami pergumulan seperti itu. Antara mau menabur dengan ketaatan atau mencukupkan diri dengan kebutuhan-kebutuhan. Suatu kali saya ingat betul, pelayanan Sion belum memiliki keuangan yang cukup mapan di awal-awal tahun 2011, dan kemudian kita mau mengadakan HC/ HW beberapa kali. Kebutuhan sangat banyak dan dibuka ladang taburan bagi yang rindu untuk menabur. Saat itu awal bulan dan saya ingat betul jumlah uang di rekening saya 900 ribu rupiah, dan itu untuk satu bulan penuh.

Saya menjadi penuh pertimbangan dalam menabur. Bagaimana dengan uang makan saya? Kan saya sudah kasih perpuluhan dan itu cukup? Bagaimana uang angkot, fotokopi buku, dsb? Namun di saat itu saya ingat betul, kebenaran Firman Tuhan yang benar adalah jangan sampai kita memberi remah-remah kepada Tuhan. Anjing kita kasih remah-remah, masakan Tuhan kita beri remah-remah juga. Dan saat itu saya dengar suara Tuhan, saya tabur 700 ribu dari rekening saya. Tertinggal 200rb di rekening saya untuk kehidupan selama satu bulan, ada damai sejahtera sejati.

 

Saya percaya lebih daripada saya berusaha, TUHAN jauh lebih berusaha untuk menggenapi janji-Nya. Tuhan yang akan gantikan uang tersebut karena saya tabur dengan sungguh-sungguh, Dia tidak akan membiarkan saya berhutang, dan saya benar-benar yakin hidup saya DIJAMIN oleh kekuatan Kristus. Di saat itu, pikiran saya mulai berusaha berpikir untuk menghemat makan menjadi dua kali sehari dan apapun yang bisa dihemat, namun seminggu kemudian saya diundang oleh pemberi beasiswa saya, kalau ada jatah THR bagi para penerima beasiswa dan saat itu juga uangnya cair dan diberikan. Saya sungguh terpesona sekali di masa muda saya, Tuhan menunjukkan bahwa Dia bedaulat atas keuangan saya. Yang saya perlukan hanyalah IMAN, IMAN, IMAN, dan IMAN. Ketika IMAN itu berbicara, segala sesuatu akan tunduk.

Waktu kali pertama mengadakan HC di depok, kita kekurangan dana 7 juta lebih. Saat itu saya ingat berdoa “Tuhan kalau Engkau berikan saya 7 juta bulan ini, saya akan langsung berikan untuk HC”. Dan tepat sekali saya berdoa, Tuhan jawab bulan itu 7 juta diberikan kepada saya sebagai bonus dari kantor dimana saya bekerja, dengan jumlah yang tepat.

Ada banyak godaan untuk tidak beriman, ada banyak godaan untuk kita tidak menabur namun Firman Tuhan kekal. Ketika mempersiapkan pernikahan bersama dengan isteri saya, kami memegang prinsip Tuhan yang pertama. Jadi begitu dapat gaji, yang pertama kami berikan ialah perpuluhan dan uang taburan, kemudian sisanya baru untuk kehidupan keluarga, penghidupan sehari-hari, dan tabungan pernikahan.

 

Sejak dini dan awal sekali…

Rekan-rekan sekalian, jika engkau saat ini merasa kurang uang untuk penghidupmu, tabur uangmu untuk melayani Tuhan. Jika engkau sangat berlebih uangmu, tabur lebih untuk uang. Kamu melihat dirimu bisa makan 3 kali sehari dengan sehat, namun dengan mata yang sama kamu membiarkan rumah Tuhan terbengkelai karena sedikit yang mengorbankan diri. Harusnya tidak demikian bukan? Hiduplah dengan sederhana dan cukupkanlah yang ada. Adik-adik yang masih muda tidaklah terlalu muda untuk melayani, memberi persembahan untuk rumah Tuhan, untuk menjangkau dan melahirkah keturunan-keturunan rohani.

Suatu kali, ketika saya sudah bekerja, saya mengalami pergumulan dalam hal keuangan. Saya tahu dengan persis bahwa uang yang tertinggal dalam rekening sudah tidak cukup untuk penghidupan saya. Saya sudah bekerja, tidak mungkin saya minta-minta sama orang tua saya. Meminjam pun segan. Dan pelayanan sedang membutuhkan banyak dana operasional. Saya terduduk dalam kamar saya dan merenung, apalagi saat itu saya sedang dalam masa-masa persiapan pernikahan. Mungkin itu adalah titik dimana saya bergumul hebat dalam perkara ini. Namun di saat seperti itu, ketika saya berdoa dan berada dalam hadirat Tuhan yang kudus, urapan-Nya begitu mengalir dan berkuasa. Di saat-saat itu, yang saya butuhkan adalah saya bertemu dengan Tuhan dan Firman-Nya dengan teguh menguatkan saya. Saya tersungkur sambil terus merenunginya.

Mazmur 23: 1 Tuhan adalah gembalaku, tidak akan kekurangan aku

Mazmur 23: 4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku

Mazmur 23: 5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah

YA YA YA, Dia sungguh setia, teramat setia, dan sangat amat setia. Firman Nya cukup untuk menjadi pegangan bahwa kita TERJAMIN.

 

Sakit bersalin dan terus sakit bersalin.. 

Nah saya mengajak semua mengerjakan hal yang sama bahkan lebih. Tidak cukup satu dua orang yang panas namun yang lain suam-suam kuku. Tuhan ingin menggerakkan kita semua untuk menjadi satu tim yang kokoh, memiliki nilai dan prinsip yang kuat, dan mengerjakan kegerakan rohani ini dalam satu haluan.

Awal tahun ini selain sion depok dan cawang, dirintis juga sion bekasi, sion bintaro, sion grogol, dan juga sion semanggi. Banyak dana yang dikeluarkan, banyak tenaga dan pikiran dicurahkan untuk memuridkan. Saya dan isteri tetap berusaha untuk mengerjakan yang terbaik dengan apa yang sudah Tuhan percayakan. Namun tetap peliharalah rasa “SAYA TIDAK AKAN PERNAH PUAS” karena apa yang kita kerjakan belum SEBERAPA. Dibandingkan dengan Rasul Paulus, Petrus, dan lainnya, yang kita lakukan masihlah belum seberapa.

Siapa yang mau beriman? MELOMPATLAH!

KATAKAN BERSAMA-SAMA: Iman saya mau melompat sejauh yang Tuhan kehendaki. Saya mau melompat sampai batas-batas yang sudah tidak bisa dirasakan oleh tubuh saya sendiri. Dan sejauh itulah kemah saya dikembangkan, keturunan saya tinggal tetap, dan itulah akhir hidup saya.

 

Generasi perkasa dilahirkan dari angkatan ini,

Alit Dewanto

Sampai ke Level Bangsa-bangsa

Apa kemiripan Yusuf, Daniel, Musa, Paulus, Gideon, Daud, Salomo, Yefta, Yunus pada waktu Tuhan memanggil mereka semua? Beberapa waktu ini, Tuhan bukakan satu pewahyuan bahwa anak-anak-Nya akan dipakai besar dan luar biasa. Ini bukan hal main-main. Pada waktu Allah memanggil orang-orang kenamaan-Nya, Dia tidak pernah memakai orang-orang tersebut untuk mendampaki segelintir orang saja, tetapi Tuhan memakainya sampai ke level bangsa-bangsa.

Sebagai contoh, Yusuf adalah anak yang dipakai Tuhan menjadi orang kenamaan di Mesir (Kejadian 41:37-57). Allah membawa Yusuf sampai ke level bangsa-bangsa. Pada saat itu, kelaparan terjadi di seluruh muka bumi.

Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi. Kejadian 41:56-57

Pada saat itu seluruh mata melihat ke Mesir dan orang-orang dari seluruh bumi membeli gandum di Mesir, termasuk juga saudara-saudara Yusuf. Yusuf dipakai untuk memberkati bangsa-bangsa dan nama Tuhan dimahsyurkan lewat hidup Yusuf.

Akan ada banyak cerita lagi jika kita membahas Daniel, pejabat yang pada akhirnya disegani oleh rajanya karena kesetiaannya pada Allah. Kesetiaannya berbuahkan berkat bagi bangsa-bangsa dan nama Tuhan menjadi dikenal di bangsa-bangsa.

Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.” Daniel 6:26-28

Agaknya notes ini akan menjadi panjang kalau kita membahas lagi tentang Paulus, Musa, Gideon, Yefta, Yunus, dan tokoh-tokoh lainnya. Pola Tuhan tidak berubah di jaman sekarang ini. Dia tidak pernah memanggil kita untuk maksud yang kecil dan murahan. Dia akan akan memakai kita sampai kepada level bangsa-bangsa. Bukan segelintir orang lagi yang akan kita dampaki, tetapi sampai ke level bangsa-bangsa. Allah tidak pernah menciptakan kita dengan remeh. Dia berkehendak, bertujuan, dan tidak asal-asalan dalam merancang kehidupan kita.

Di akhir zaman ini, Allah sedang mempersiapkan pahlawan-pahlawan-Nya. Dia sedang membentuk suatu generasi yang mengasihi-Nya, yang mencintai apa yang Dia cintai, dan yang membenci apa yang Dia benci. Saat ini tangan-Nya sedang bekerja dengan kuat untuk membentuk setiap anak-anak-Nya menjadi prajurit-prajurit di garis depan yang akan memberkati sampai ke bangsa-bangsa. Visi Sion berbicara mengenai menjadi berkat sampai ke bangsa-bangsa. Panggilan Tuhan untuk hidup anak-anak-Nya besar dan tidak ternilai. Oleh sebab itu, ada beberapa poin penting dalam perjalanan kita ini.

1. Jangan anggap hidup kita kecil dan murah

 Terlalu banyak anak-anak Tuhan di jaman sekarang ini yang melihat hidupnya kecil dan tidak berarti, seolah-olah dirinya sedang menghadapi suatu raksasa yang tidak terkalahkan. Hai anak muda, ingatlah akan Daud yang menang melawan Goliat! Daud tidak berfokus pada kecil dan tertolaknya hidupnya, tetapi dia berharap kepada Allah yang besar. Daud mengerti bahwa Allah sudah menetapkan suatu tujuan ilahi dalam hidupnya selagi dia masih bakal anak (Mazmur 139:16). Daud tidak menerima hal-hal yang kecil, tetapi menerima yang luar biasa dari Tuhan. Tokoh lain yang mengalahkan raksasanya adalah Gideon. Gideon adalah orang yang rendah diri yang pada akhirnya dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel dari orang Midian. Hidup kita ini direncanakan dengan masak-masak oleh Tuhan. Dia memberikan rencana yang besar dan luar biasa untuk hidup kita.

Di lain sisi, orang-orang yang melihat hidupnya murah akan lebih banyak bermain-main dalam hidupnya. Cara pandang kita terhadap hidup kita menentukan keputusan-keputusan yang kita ambil di dalam hidup kita. Jika kita memandang kehidupan kita berharga dan bermakna, kita tidak akan sembarangan dalam hidup kita, tidak main tubruk sana-sini, dan melibatkan Tuhan di dalam setiap keputusan yang akan kita ambil. Ingatlah bahwa panggilan Tuhan buat hidup kita adalah sampai ke bangsa-bangsa dan Allah memandang kehidupan kita begitu berharga.

2.  Setia di dalam proses pembentukan

Untuk mencapai panggilan Allah sampai ke bangsa-bangsa, Allah berkepentingan untuk mempersiapkan anak-anak-Nya. Tangan Allah yang kuat membentuk dan memproses kita sampai kepada kemuliaan yang tertinggi. Ada pembentukan yang luar biasa pada Yusuf, Musa, Paulus, dll. Setiap orang memiliki takarannya sendiri. Namun, semakin orang tersebut diangkat tinggi oleh Tuhan, pembentukannya akan semakin luar biasa juga. Ada tahap-tahap yang akan Tuhan berikan ke dalam hidup kita jika kita ingin melihat kemuliaan-Nya dinyatakan lebih lagi. Semakin tinggi suatu pohon, angin yang menerpanya akan semakin kencang. Begitu juga anak Tuhan. Semakin kita dibawa tinggi, akan ada banyak goncangan yang terjadiJadi bersyukurlah ketika kita dibentuk, karena kita akan melihat kemuliaan Tuhan yang lebih lagi. Setia di dalam proses pembentukan Tuhan, karena kita akan melihat bangsa-bangsa dilahirkan.

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31)

3. Punya hati yang mau diajar

Tidak bisa dipungkiri kalau kita ini manusia yang masih hidup di dalam daging. Ada kalanya kita salah ambil keputusan, terjebak dalam kedagingan, dan melenceng dalam hidup.

Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.” (Roma 3:3-4)

Ini semua adalah inisiatifnya Tuhan, bukan manusia. Bukan karena kita baik, setia, dan taat kita bisa berhasil, tetapi karena kesetiaannya Tuhan. Hati dan pikiran kita bisa salah (Yeremia 17:9-10), tetapiAllah berkuasa mengarahkan dan membawa kita kembali kepada rencana-Nya. Tetapi, apa yang menjadi respon kita pada waktu Tuhan mengarahkan kita? Penting sekali untuk punya hati lembut yang mau diajar dan diarahkan. Waktu kita mau salah langkah, kita dengan cepat dapat menangkap suara Roh Kudus dan tidak jadi mengambil langkah yang salah. Samuel, seorang nabi yang besar dan dihormati di Israel pada waktu itu, pernah hampir salah mengurapi orang untuk menjadi raja (1 Samuel 16:1-13), tetapi Tuhan mengarahkan Samuel untuk mengurapi orang yang tepat.

Saya percaya kita sama-sama bergairah untuk dipakai Tuhan sampai ke bangsa-bangsa. Allah tidak pernah main-main ketika memanggil kita masuk ke dalam rencana-Nya. Warisan Sion adalah bangsa-bangsa dan itu pun menjadi warisan kita dan warisan keturunan-keturunan rohani kita.

Gloria

Gloria in excelsis Deo, yang artinya “Glory to God in the highest” (keren banget artinya).

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2012, 2011 akan berakhir. Merayakan Natal sudah menjadi seperti kebiasaan setiap tahun. Saking terbiasanya, saya menganggap Natal itu biasa saja. Yang asyik hanyalah perubahan suasana dari pernak-pernik natal, kue-kue, dan lagu-lagu.

Jujur saya, saya lebih suka Paskah ketimbang Natal, karena beberapa alasan. Yang pertama, saya banyak menemui bahwa natal itu lebih berkaitan dengan hedonisme daripada Tuhan Yesus sendiri. Di banyak negara, natal identik dengan party, holiday, dan hedonisme. Banyak gereja juga yang menghabiskan duitnya untuk perayaan natal besar-besaran. Yang kedua, gereja saya tidak merayakan natal, karena setahu saya, natal tidak tercatat di Alkitab untuk dirayakan, tetapi untuk Paskah, Tuhan menyuruh bangsa Israel untuk merayakan Paskah.

Namun cerita ini belum berakhir.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar pernyataan dari gembala saya di pelayanan mahasiswa. Itu membuka wawasan saya tentang natal. Beliau berkata, “semangat natal adalah semangat misi”. Artinya tidak ada pengorbanan Yesus di kayu salib kalau Dia tidak lahir ke dunia. Kedatangan Yesus ke dunia saja merupakan kesukaan besar bagi seluruh dunia. Kedatangan orang-orang yang membawa kabar baik ke suatu tempat adalah suatu sukacita bagi tempat tersebut, kedatangannya saja lho! Kedatangan orang yang membawa Injil ke kampus-kampus adalah sukacita besar bagi kampus-kampus.

Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik! Roma 10:15

Jadi tidak ada Paskah kalau tidak ada Natal. Tidak ada kematian dan kebangkitan Yesus kalau tidak ada kelahiran Yesus.

 

Merry Joyous Christmas!

Apakah Anda Produk Injil Murahan?

Disadur dari tulisan Bang Parlin – Sion

Pesan Injil sering dilunakkan untuk menjadi lebih popular dan lebih disukai banyak orang. Isu utama yang sering kali diangkat dalam pemberitaan Injil hari-hari ini adalah : ‘life enhancement’, bahwa Yesus Kristus datang kedalam hidup kita untuk membuat hidup kita bahagia, disembuhkan, penuh dengan berkat dan sukacita selama ada dibumi ini.

Isu utama dalam Injil bukanlah kebahagiaan tapi adalah pembenaran. Benar bahwa sukacita, kesembuhan dan berkat-berkat adalah pekerjaan dari kasih karunia yang sama tapi tidaklah tepat untuk menggunakan buah-buah ini sebagai isu utama untuk orang datang kepada Kristus. Isu yang utama adalah percaya kepada Yesus berarti keselamatan yang kekal, bahwa setiap orang akan mengalami kematian dan mereka yang percaya akan diselamatkan dari murka yang akan datang (Ibrani 9:27)

Coba pertimbangkan anekdot ini: “Dua orang ada dalam satu pesawat, si A diminta untuk menggunakan tas parasut dengan himbauan bahwa tas ini akan menambah kenikmatannya sepanjang perjalanan dalam pesawat –hence : life enhancement- . Dia ragu-ragu tapi dia mencobanya juga, siapa yang tidak mau tawaran yang baik spt ini pikirnya? . Sesudah dia pakai, dia perhatikan duduknya jadi kurang nyaman karena dia tidak bisa bersandar. Bukan hanya itu saja, ttp dia mulai melihat org-org lain dalam pesawat mulai menertawakan dia, karena: dalam pesawat kok pakai parasut ?, dia pahit dan kecewa, setelah itu dia buang tas itu dan tidak mau memakainya lagi.
Si B diminta menggunakan parasut dan diberitahu bahwa pesawat mengalami kerusakan sehingga sewaktu-waktu dia harus melompat dari pesawat itu. Dia tidak memperhatikan duduknya yang kurang nyaman – perhatiannya betul-betul tertuju kepada saat dimana dia harus melompat dari pesawat dengan parasutnya. Baginya menggunakan parasut adalah suatu keharusan. Ketika orang lain menghina dia karena memakai parasut: dia malah heran kenapa orang lain tidak menggunakan parasut? Apakah mereka tidak peduli akan nyawa mereka ? – begitu pikirnya”. Segala ketidaknyamanannya dalam menggunakan tas parasut itu di pesawat dia anggap sebagai kompensasi yang wajar untuk harga keselamatan nyawanya.”

Begitulah mereka yang dihimbau memakai ‘parasut Kristus’ untuk lebih banyak kebahagiaan didunia ini. Saat tekanan datang, penderitaan datang, aniaya datang karena imannya – dia segera akan meninggalkan Kristus. Keluhan akan terjadi konstan karena setiap hal yang salah dalam hidupnya disalahkannya kepada Tuhan. Bukankah Tuhan bekerja bagi kenikmatan saya ? Studi jelek, masalah keluarga, dll maka salahkan Tuhan – kok jadi seperti ini ikut Tuhan seru mereka.
Tapi mereka yang mendengar kabar Injil dan diberitahu bahwa manusia akan mati, dan api yang kekal akan menanti mereka yang tidak percaya Kristus akan bersyukur setiap hari u/jaminan hidup kekal itu. Tantangan dan aniaya adalah risiko wajar dari suatu iman yang memimpin mereka pada hidup yang kekal. Itu sebabnya rasul-rasul dan gereja mula-mula tidak takut untuk mati bagi Nama itu sementara hari ini sejumput uang bisa membeli iman seseorang.

Pendosapun juga bahagia dalam dosa-dosanya. Sebelum hati nurani merk makin mengeras, mereka memang akan cukup menderita dalam dosa. Setiap kali mereka melakukan itu, ada sesuatu dalam diri mereka yang menentang perbuatan dosa itu dan membuat mereka cukup menderita. Inilah hati nurani yang terganggu. Tapi setelah beberapa saat mengeraskan hati terhadap berkali-kali himbauan untuk pertobatan, maka hati nurani akan mengeras.

Yang salah akan kelihatan benar dan yang benar akan kelihatan salah. Seperti penduduk Niniwe yang tidak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Perbuatan dosa akan menjadi lebih nikmat, sekali-kali merk akan merasa kosong dan hampa, tapi hati yang keras itu seperti hati Firaun telah ditetapkan untuk kebinasaan. Pendosa yang keras hati seperti itu, bahagia akan dosa-dosanya – tapi tetap saja akan binasa tidak peduli betapa bahagianya pun mereka dengan dosanya.

Yak 2:9 , kita akan diyakinkan oleh Hukum Allah bahwa kita berdosa terhadap Allah. Dosa adalah yang paling utama pelanggaran kita terhadap hukum-hukum Allah. Kebanyakan orang tidak merasa berdosa, karena mereka yakini mereka baik terhadap orang lain, tidak menganggu hidup orang lain dsb. “Kan hidupku sendiri yang kurusakkan”, kata mereka. Tapi dosa adalah pelanggaran hukum-hukum Allah

Rom 7:7 What shall we say then? Is the law sin? God forbid. Nay, I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet.

Hukum Tuhan tidak membenarkan tapi menunjukkan kesalahan-kesalahan kita. Tidak menolong kita tapi hanya membuat kita merasa tidak berdaya sehingga kita melemparkan diri kepada kasih karunia Allah. Itulah fungsi Hukum Taurat.
Karena anda bersalah menurut Hukum Taurat, dan hukuman anda adalah kebinasaan, maka pesan Injil menjadi relevan. Kabar baik menjadi ‘kabar yang benar-benar baik’, setelah kita mengerti pelanggaran kita, betapa rusaknya kita dan betapa tidak berdayanya kita dalam dosa kita. Dan bahwa tanpa Kristus kita sedang menuju kebinasaan yang kekal.
KABAR BAIK adalah kabar baik apabila seseorang dibuat mengerti pelanggarannya dan hukuman kekal yang menantinya. Mereka yang puas akan Kalvari yang telah menyelamatkannya dari dosa dan penghukuman yang kekal tidak menuntut lebih banyak lagi tapi bahkan menjadi orang-orang yang rindu mengasihi Tuhan dan manusia lebih banyak lagi.

PD Selasa yang Mengharukan

:’) :’D

Hari ini saya ikut PD selasa sion yang ngga seperti biasanya..

Hari ini PD nya penuh pemulihan, dan saya ngerasain banget Tuhan bekerja,, saya ngerasa enteng dan ngedapetin sukacita..hehehehehe..

PD hari ini penuh rekonsiliasi dari para pemimpin sion ke pekerja2 sion dengan acara basuh kaki seperti di KORPS 2009 dulu..
Aduh seneng banget PD kaya gini.. hehe.. tapi kayanya ngga mungkin tiap minggu ada acara basuh kaki :P

Tadi ci siska bagiin ayat ini

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Roma 14:17-18

Sukacita sejati yang kita dapat adalah dari Roh Kudus, bukan dari hasil usaha, perbuatan, atau prestasi kita.
Kapan terakhir kali kita dapat sukacita dari Roh Kudus? Sukacita yang benar-benar tidak terhambat oleh beban-beban atau tugas..

Bapa kita adalah Bapa yang penuh kasih tanpa syarat. Dia menerima kita apa adanya.
Dia mengasihi kita bukan karena kita rajin berdoa, rajin persekutuan, atau pemuridan. Dia benar-benar menerima kita apa adanya. Bapa tidak memalingkan mukanya dari kita ketika kita gagal, sebaliknya Dia mau merangkul dan menyembuhkan anak-Nya. So, jangan ragu datang kepada Bapa. Lepaskan semua, rintangan, beban pikiran, dan dosa yang merintangi. Datanglah kepada-Nya seperti seorang anak kecil yang datang kepada ayahnya dengan penuh kesederhanaan. :)

Semoga memberkati.

PD selasa yang mengharukaan :’D

>>>more to come,,,