poetry

Sampai Kapanpun

Dia terlebih dahulu menyayangi kita

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita – 1 Yohanes 4:19

Dia mencintai kita apa adanya

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. – Roma 5:8

Dia tetap Yesus yang setia

…. jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” – 2 Timotius 2:13

He is the only One who can satisfy completely. He’s irreplaceable. He’s so real. He is omnipotent

Advertisements

You’re not a Mistake

A poem from Russel Kelfer (taken from Purpose Driven Life – Rick Warren)

You are who you are for a reason.
You’re part of an intricate plan.
You’re a precious and perfect unique design,
Called God’s special woman or man.

You look like you look for a reason.
Our God made no mistake.
He knit you together within the womb,
You’re just what he wanted to make.

The parents you had were the ones he chose,
And no matter how you may feel,
They were custom-designed with God’s plan in mind,
And they bear the Master’s seal.

No, that trauma you faced was not easy.
And God wept that it hurt you so;
But it was allowed to shape your heart
So that into his likeness you’d grow.

You are who you are for a reason,
You’ve been formed by the Master’s rod.
You are who you are, beloved,
Because there is a God!”

Dicintai (awalnya bingung judulnya apa)

Di tengah-tengah kewajiban, tugas (baca: TA), pemuridan, dan kerinduan hati, tiba-tiba saya sadar sesuatu. Sebenarnya sederhana banget sih. Cuma kadang-kadang saya suka ga sadar dan kelupaan.

I am passionately loved

Intinya sih itu. Saya suka ngerasa menjalani semua kegiatan saya dengan rajin, sampai kadang-kadang saya hampir kehilangan hati untuk itu semua. Pada suatu waktu yang tepat, saya dibanjiri oleh kebenaran ini. Saya sangat dicintai, jauh melebihi apa yang saya pikirkan. Saya tahu Pribadi yang mencintai saya apa adanya. Saya diterima bukan karena jasa-jasa saya. Saya dilimpahi kebaikan hanya karena saya dicintai.

Awalnya, saya dapat kiriman email dari seorang kakak yang mengirimkan lagu lama yang katanya sih menyentuh hati. Judulnya “How Deep The Father’s Love for Us”. Di tengah semua ketawaran, tiba-tiba Bapa menyapa lewat lagu ini, hehe. Liriknya dalam dan saya terenyuh banget waktu dengernya. Walaupun ini lagu lama ternyata masih menyentuh hati, seperti subyek emailnya :D

How deep the Father’s love for us. How vast beyond all measure.
That He should give His only Son. To make a wretch His treasure.
How great the pain of searing loss. The Father turns His face away.
As wounds which mar the Chosen One. Bring many sons to glory.
Behold the man upon a cross. My sin upon His shoulders.
Ashamed I hear my mocking voice. Call out among the scoffers.
It was my sin that held Him there. Until it was accomplished.
His dying breath has brought me life. I know that it is finished.
I will nost boast in anything. No gifts, no power, no wisdom.
But I will boast in Jesus Christ. His death and resurrection.
Why should I gain from His reward. I cannot give an answer.
But this I know with all my heart. His wounds have paid my ransom.
Wah luar biasa keren deh (y) sampe sempet nangis juga :’) Sepertinya ga pernah habis cinta-Nya buat saya.

Keesokan harinya saya ikut Workshop Praise and Worship dari Sion yang pembicaranya Bang Bastian yang sudah melanglangbuana menciptakan lagu-lagu rohani yang terkenal. Ada satu lagu yang ditampilkan sama abang ini yang katanya liriknya ngga biasa. Sekali lagi ini membuat saya melting :D hehe

Lagunya David Crowder Band – How He Loves

Oh, can’t you feel He is searching for you?
Can’t you see He is chasing you?
Can’t you feel His love is around us like the air?

That’s what I feel today.
Father’s love is around me like the air.
Or the blanket when winter :D

Waktu pulang gereja hari ini, saya pulang lewat Pasopati waktu matahari terbenam. Lalu saya melihat langit.

Dan saya merasa langit menyapa saya. Dia menyapa saya.

Saya tidak tahan dan berjalan lambat-lambat untuk berlama-lama melihat langit yang indah. Saya takut melewatkan momen itu, lalu saya berhenti sebentar, dan mengabadikannya :)

gambar ini ga seperti yang saya lihat. maklum pake kamera hape :p

Oh bahkan Dia memakai langit untuk menyapa saya dan membuat saya kagum dan tertegun, hihihi..

Ada satu lagu lagi yang saya dapat (Evermore – Planet Shakers). Liriknya mungkin bisa mewakilkan apa yang saya rasakan sekarang..

You are my God, my life, my all

>>>>more to come,,,

I called this room “love”

When I closed the door, there’s nothing I could feel but You.
It fulfilled the room, so I couldn’t stand anymore.
I was falling and all my being was gone.
There’s only love.
So I called this room “love”.

When I bowed on my knees, I could only see You.
No more pain, fear, and doubt.
I could only see You.
So I cried deeply.
This is how much You loved me.
Again, I called this room “love”.

Because You’ve completed me. Abundantly..
So I open my mouth wide
cause I know You will fill it.
I’m completed by You.
So I called this room “love”, again.

When I spoke to You,
You told me tenderly.
There’ s no answer but Yes,
although my mind said no.
In You, I was crushed and willingly said Yes, Lord.
Yes, Father.
I was trapped in Your love.
So I called this room “love”.

The abundant love You gave to me..
Let it burst like a flood..
Out of the room..
.. that I called “love”.

tentang mereka

mereka adalah karunia.
mereka sangat berharga.
mereka tidak ditolak, tetapi sangat dikasihi.
mereka tidak diabaikan, tetapi dipedulikan.
walaupun kadang mereka tidak mengetahuinya.

aku sayang mereka.
dunia tidak akan mengerti artinya mereka bagiku.
karena mereka bukan dari dunia.
kalau mereka terusik, aku pun terusik.
mereka layak diperjuangkan.
mereka layak ditangisi.

walau kadang mereka menolak,
atau tidak peduli sama sekali,
itu tidak akan mengubahku.
aku tetap sayang mereka.

Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.