me

February Random

I got some really “something” picture from HJ Story and I think they are very sweet and some of his pictures reflect my life at the present time. Thanks God for these moments :)

patience

Thanks for being so patient these time

jacket

Thanks for this moment

dunnowhattodo

:p

wakeup
For waking me up

nomeat

Well, it happened with coffee and instant noodle, wahaa

overcomeobstacle

Overcoming problems together

laughingtogether

Laughing together

pickmeup

By the grace of God, we can support each other
gift
jake

Thank You and thank you :)

Advertisements

Little Update

alit

Gambar di atas adalah sesosok pribadi yang bernama Alit Dewanto, Teknik Perminyakan ITB 2007. Di atas adalah fotonya waktu TPB (tingkat 1). Ada apa dengan orang ini? Hahaha, pertanyaannya pasti sudah bisa jawab semua ya :p

“Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!”  Mazmur 45:10-11

Juli on July

Memang nama saya Juliana. Biasa dipanggil Juli. Dan..

Saya baru tahu kalo nama saya Juliana pada saat saya umur 5 tahun, yaitu waktu TK besar.

-__-  hahaha

Jadi dari kecil saya dipanggil di rumah dengan sebutan Lia. Dan saya mengganggap diri saya bernama Lia. Saya baru tahu nama saya Juliana waktu saya TK, dan saya tahu itu dari daftar absensi di TK, bukan dari orang tua saya.

Oke itu hanya sekedar OOT. wahahaaa..

Dan saya bersyukur punya nama Juli, karena nama ini agak unik, dan sejujurnya saya lebih suka Juli daripada Lia, sekarang-sekarang ini. Seperti nama saya Juli, banyak hal-hal momen-momen spesial pada bulan Juli :D

Yang pertama tentu saja, hari lahir dan pengulangan hari lahir setiap tahun a.k.a ulang tahun. Saya ga lahir bulan April, tetapi sesuai nama saya, begitulah bulan lahir saya. Sekarang saya berusia 21 tahun, dan sudah melewati kira-kira 17 tahun ulang tahun yang saya ingat. Saya ingat ultah pertama yang saya ingat, yaitu di usia 5 tahun, dan kado dari orang tua saya adalah pensil warna. Hahaha. Saya senang banget dapat pensil warna.

Banyak ulangtahun yang saya lewati, baik itu dari yang garing, biasa aja, sampe yang heboh sekalipun. Saya paling inget ulang tahun terheboh saya sampai saat ini adalah ulang tahun saya yang ke-13, waktu saya masih SMP di SMP Santo Mikael Cimahi. Waktu itu hari Rabu, sehabis pertemuan rutin ekskul PMR (Palang Merah Remaja), tiba-tiba guru pembimbing PMR menyiramkan sebotol aqua ke kepala saya, dan setelah itu semua orang menjadi liar menyirami dan membanjur saya dengan air dengan sepenuh hati. Dan suasana menjadi chaos setelah itu. Saya basah kuyup yup yup. Miss that moment :)

Ada apa lagi di bulan Juli yang spektakuler?

Ini adalah (salah satu) kejadian yang paling spektakuler. My encounter with God. Sepertinya cerita ini bisa dijadikan satu post yang baru yah di blog ini :)

Juli 2005. Waktu liburan kenaikan kelas. Waktu itu saya bimbang mau bilang kelas 1 atau kelas 2 SMA di retret Gereja Bethany Surabaya itu. Saya ga kenal siapapun kecuali dua orang sepupu saya, Ce Nanda dan Ce Chacha (ce : panggilan kakak perempuan di Tionghoa). Saya diajak ikut retret itu, dan agak uring-uringan karena orang-orangnya ga saya kenal. Saya didorong-dorong juga sama mama dan tante saya. Saya ingat, waktu itu saya lagi menyimpan kepahitan. Saya dulu orang yang mudah sirik, iri, dan dengki sama orang lain. Lengkap deh haha. Hal itu juga yang bikin saya males ikutan retret.

Tapi entah kenapa saya akhirnya ikutan juga.

(berusaha mengingat kejadian 6 tahun yang lalu)

Jujur saya lupa sesi-sesi apa aja yang dibagikan. Dan orang-orang di retret ini semuanya medok. Secara saya orang Bandung, dan saya melongo aja melihat ke-medok-an mereka semua. Saya ngerasa agak kurang nyaman aja dengan lingkungannya. Sesi 1 pun berlangsung, dengan tema (saya lupa), dan saya mulai merasa ini bukan retret biasa-biasa. Saya pun mulai bergidik hiii. Retret itu berlangsung selama 3 hari 2 malam. Hari pertama dan malam pertama, saya merasa biasa-biasa aja, walaupun saya sudah merasa ADA TUHAN DI TEMPAT ITU.

(berusaha melanjutkan menulis)

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Yoel 2:28

Saya ingat janji yang pernah Tuhan berikan sama saya, bahwa Roh Kudus akan diberikan pada hari-hari terakhir. Saya sudah tau tentang baptisan Roh Kudus dari SMP, dan setiap tahun, saya selalu minta sama Tuhan buat dibaptis Roh Kudus, tapi engga pernah dapet. Saya ingat waktu itu, saya takut dihukum karena ga dibaptis Roh Kudus.

Saya pikir, oke saya tahu. Saya tahu. Saya udah cukup mendengar banyak tentang itu. Tetapi hal yang sangat menyedihkan adalah, saya tahu tetapi saya tidak mengalaminya.

Di hari kedua retret itu, sekitar sore-sore, ada seorang hamba Tuhan yang membawakan sesi tentang (saya lupa). Saya melihat dia dengan takjub, salah satunya dengan kisah pertobatannya. Singkat cerita, dia selesai berkotbah.

Hati saya deg-degan ga karuan. Badan saya mungkin sudah agak bergetar. Kira-kira sudah pukul 19.00 di hari kedua. Ada suatu hawa yang aneh yang melingkupi saya. Tetapi saya ngga takut dengan suasana itu. Saya tahu itu Roh Kudus. Pada saat pujian penyembahan, saya bener-bener merasa hancur hati, dan air mata meleleh di wajah saya. Tapi saya tahu saya diliputi oleh kasih. Pada saat itulah, saya meminta Dia memenuhi saya sampai luber. Dan DUAR, Dia benar-benar masuk. Masuk. Roh Kudus. Dan saya ga peduli lagi lingkungan sekitar saya udah kaya gimana. Saya hanya minum dan minum dari air-Nya.

Dan saat itulah, Dia seperti menembak saya, dan bilang, “I love you. Do you love Me?” Saya cuma bisa nangis dan nangis. Saat itu saya ga memikirkan agama, ritual, dan hal-hal semacam itu. Saya cuma tau Yesus mengasihi saya dan Dia datang pada saya saat itu dan membaptis saya dengan Roh Kudus sampai penuh. Saya merasa melayang di awang-awang. Ooooooooo

Itu pengalaman yang tidak terlupakan. Suatu titik balik dalam hidup saya. He chased me because He loves me. Pada keesokan harinya, hari ketiga, saya tiba-tiba mau untuk bercerita di depan di hadapan orang-orang yang ga saya kenal. Padahal itu bukan gaya saya. Saya orang yang paling takut untuk berbicara di depan umum. Entah kenapa saya maju, dan menceritakan semua yang saya alami. Saya bilang ke mereka semua, “Tuhan bilang sama saya, ‘Apakah kamu mengasihi aku?'”

Itulah pengalaman spektakuler saya di Juli yang lain. Nah ada lagi “the other July” waktu saya SPMB di tahun 2007 dan masuk STEI ITB. Cerita lengkapnya bisa dilihat di blog ini juga di sini. Itu juga amazing bangetlah :D

Can’t wait to taste more. See you again, awesome July :)

Belajar Lagu Klasik dengan Tidak Klasik

Saya ternyata pernah belajar main lagu klasik dengan keyboard, hohoho (sedikit bangga). Waktu saya masih SMP, saya punya keyboard di rumah bermerk Yamaha, tapi saya lupa tipenya apa. Keyboard itu rencananya dibelikan mama saya supaya saya dan adik saya bisa menyalurkan bakat musiknya, selain itu keyboard itu juga dibeli untuk mendukung les keyboard adik saya. Sementara saya ngga pernah les musik. Jadi saya main keyboard-nya ga pake teknik.

Waktu itu saya suka sekali sama keyboard itu. Hampir semua lagu yang saya pernah denger saya cariin nadanya pake keyboard. Mulai dari lagu pengamen sampai lagu soundtrack film. Iseng-iseng gitu, siapa tahu saya berbakat main keyboard :D Kadang- kadang saya suka ngebayangin saya lagi konser piano tunggal (haha, maaf agak norak).

Bersama keyboard Yamaha ini, ada buku musiknya, yang isinya adalah tak lain dan tak bukan toge-toge yang menggantung yang terhubung satu sama lain alias partitur (hehe). Kebanyakan yang ada toge-togenya itu adalah musik klasik.

Ini dia toge-toge yang kyut dan imut hahahaha..

Bandingkan dengan ini..

Bentuknya mirip kan? Wkwkwk..

Di dalem keyboard-nya sendiri ada semacam tutorial untuk belajar beberapa lagu. Banyak banget genre lagu yang dijadikan tutorial di keyboard saya ini. Tapi yang paling saya SUKA adalah musik klasik :”> Saya suka sekali musik klasik yang ada di keyboard saya itu. Ada beberapa lagu klasik yang saya ingat. Ada Prelude (Bach), Turkish March (Mozart), Fur Elise & Marcia alla Turca (Beethoven), Petit Chien & Nocturne (Chopin), Dolly’s Dreaming and Awakening (T. Oesten), Arabesque yang versi cepet, dan The Entertainer (Joplin). Trus ada lagi yang di disket yaitu lagu Romance de Amor.

Hampir tiap hari saya main keyboard dan tiap hari saya mendengarkan lagu klasik itu. Lama-lama timbul keinginan di dalam hati saya untuk belajar lagu-lagu klasik itu. Hmm kelihatannya susah, mengingat saya ngga punya basic apa-apa buat main keyboard, apalagi musik klasik. Namun tekad saya sudah bulat (lebay!)

Pelajaran dimulai dari lagu Turkish March. Lagunya enak banget dan enerjik. Saya paling suka lagu ini di keyboard. Lalu saya mulai mempelajarinya dengan melihat tuts-tuts yang dipencet di keyboard dengan memperlambat temponya. Hahaha.. Benar-benar cara yang ga banget (menurut saya). Jadi setiap hari waktu itu, saya mempelajari tuts-tuts apa aja yang dipencet, yang buat tangan kanan dan tangan kiri. Akhirnya  singkat cerita, saya waktu itu bisa memainkan lagu Turkish March dengan lumayan cepet sesuai tempo aslinya (prok prok prok). Haha rasanya bangga pisan..

Ini lho lagu Turkish March pakai piano

Dari sekian panjang lagunya, saya cuma bisa sampai 00:43 di video di atas. Selebihnya.. susaahhh hahahahah.. Dengan belajar dengan cara yang ga klasik gitu, ngelanjutinnya jadi susaah pisan :D

Lagu selanjutnya yang saya pelajari yaitu Fur Elise (Beethoven). Lagu ini agak terkenal. Jadi gini, awalnya saya gak tertarik buat belajar lagu Fur Elise, soalnya susah dan sepertinya butuh jari yang panjang untuk memainkannya. Mengingat jari saya cilik-cilik dan bantet, jadi saya mengurung niat saya.

Sampai pada suatu hari, saya ikutan lomba se-Jawa Barat yang mengharuskan pesertanya menunjukkan bakat. Lombanya 5 hari dan nginep di hotel. Saya waktu itu emang mau main keyboard, tapi lagunya cupu. Auld Lang Syne (lagu tahun baru). Mana waktu ditampilkan, saya gugup lagi, jadi salah-salah di bagian akhir, wkwk..duh..

Oke, cukup OOT-nya. Jadi, di lomba itu, saya ketemu sama peserta lain yang menunjukkan bakat dengan main keyboard juga. Dan waktu di kamar, dia memainkan lagu Fur Elise.. WAOOWW.. keren banget. Semua peserta lain terpana memandangnya. Maklum waktu itu, kami masi SMP, jadi seolah-olah hal itu hebat banget.. hehe.

Jadi mulailah saya belajar lagu Fur Elise dengan cara yang tidak klasik tadi. Tanpa mengetahui toge-togenya, saya belajar dengan mengikuti tutorial di keyboard. Tentunya dengan memperlambat temponya :p

Saya ingat waktu itu saya belajar lagu Fur Elise dengan penuh perjuangan. Mengingat setiap tuts yang ditekan (bukan melihat partiturnya) dan mengulang-ulangnya. Saya ingat waktu itu, mama saya lagi nyapu bersihin rumah, sementara saya di kamar yang terkunci pintunya dengan keyboard saya. Hanya kami berdua. Tidak ada yang lain.

Pada akhirnya, di hari itu juga, saya berhasil menguasai lagu Fur Elise (bangga). Walaupun masih agak lambat, tapi udah ketahuanlah lagu apa yang saya mainin. Saya keluar kamar dengan berkeringat dan berdebu. Dengan cara yang ngga klasik banget ini, saya bisa menguasai lagu dengan main keyboard.

Singkat cerita, dengan teknik yang ga klasik itu saya berhasil menguasai beberapa lagu lain, seperti Dolly’s Dreaming and Awakening, The Entertainer, Petit Chien, Nocturne, dan Romance de Amor (dengan keyboard). Yah, tentu saja, lagu-lagunya ga selesai semua (hehe, malu). Kalo ga salah, cuma Romance de Amor aja yang tuntas, soalnya saya keburu pengen belajar lagu yang lain.

Hmm, kalo diingat-ingat, saya dulu niatnya gede banget. Oh ya, waktu itu ada semacam pentas seni di SMP saya. Ada seorang teman saya yang main keyboard, sebut saja Geri. Geri adalah pemain keyboard yang handal di SMP saya. Waktu senggang, saya meminjam keyboard dari Geri dan memainkan lagu andalan saya. Teman-teman yang lain waktu itu pada kagum sama saya (hehe). Trus ada yang nanya,

Juli, bisa baca partitur dong?

Kontan saja saya senyum, nyengir, dan berkata, “Kalo baca partitur aku ga bisa. hehe..”

Hahaha. Saya ga bisa baca partitur tapi bisa main beberapa lagu klasik. Gara-gara latihan saya yang kelihatannya ga klasik itu. hehehe..

Beberapa tahun kemudian, karena keyboard-nya udah jarang dipake lagi, keyboardnya dijual deh :( Sayang banget, padahal keyboard Yamaha itu jadi benda bersejarah buat saya, hehehe. Tapi memang karena jarang dipake dan berdebu, akhirnya keluarga saya memutuskan untuk menjual keyboard itu.

——-

Kalau mengingat masa lalu saya itu, luar biasa rasanya. Sepertinya dulu, niat saya besar sekali untuk bisa memainkan lagu klasik di keyboard. Satu hal yang saya bisa ambil di sini, seringkali kita menunggu diri kita untuk memiliki sesuatu untuk bisa melakukan sesuatu. Misalnya (kalo berhubungan dengan pengalaman saya), kita nunggu bisa les musik untuk bisa belajar musik. Padahal kalo kita memang punya passion dan niat yang kuat untuk melakukan sesuatu, kita pasti akan segera mengerjakannya.

Seorang teman saya pernah bilang, perbedaannya jauh sekali antara keinginan dan tindakan. Contoh yang sederhana, kita sekarang ingin sekali belajar, tetapi ga ada tindakan untuk belajar. Hal itu sangat jauh sekali perbedaannya dengan orang yang mengambil tindakan belajar. Jauhnya bagai langit dan bumi.

Ada 3 ekor kucing di atap gedung yang ingin sekali untuk terjun ke bawah. Berapakah kucing yang ada di atas gedung? Jawabannya tetap 3, karena kucing-kucing itu hanya punya keinginan. Hanya punya niat saja.

>>>more to come,,,

little thing

Little thing. Small thing. Tiny thing. Kali ini tentang hal-hal kecil. Simple. :)

Hal-hal kecil yang berarti banget buat saya.
Pernah ngga sih kita merasa begitu dilindungi dan dijaga? Waktu kita sedang berjalan atau duduk sendiri, ngga ada angin ngga ada hujan, kita merasa begitu aman dan merasa ada yang meng-cover kita tanpa kita sadari. Saya percaya saat sadar atau ngga sadar pun, Bapa tetap ada bersama saya. Dan saya percaya saya disertai, karena saya ini anak-Nya.

Hmm, saya mau share beberapa hal kecil yang Bapa lakukan untuk anak perempuan-Nya ini. Hal yang mungkin terlihat kecil tapi berarti besar dan membekas di ingatan saya.

KISAH PERTAMA:
Karena saya sekarang udah anak kuliahan yang super sibuk (lebay), saya jarang olahraga, dan alhasil saya menjadi kurang lincah dan enerjik dibanding dahulu kala. Sebenernya emang ngga ada waktu aja sih. Kalopun ada waktu, saya lebih memilih istirahat a.k.a tidur :D Kadang pada saat tubuh lagi kaku, kalo melakukan gerakan-gerakan yang lebay, saya suka kesakitan. Salah satunya, kalo saya nguap lebar-lebar dan lama-lama-kan rongga dada naik tuh-kadang-kadang tulang rusuk saya yang sebelah kiri suka sakit. Sakitnya menusuk sekali. Dan sakitnya ini mengganggu sekali. Jadi karena, rongga dada saya terlalu naik, tulang rusuknya pindah posisi, makanya sakit. Itu sih analisis saya. Jadi kalo dengan gerak-gerak sedikit dan tulang rusuknya kembali seperti semula, sakitnya benar-benar hilang. Tapi kejadian ini jarang sekali terjadi, ngga setiap nguap langsung sakit sih..

Jadi waktu itu begini ceritanya, di dalam kamar, saya menguap dengan fantastis dan hebohnya. TEK. Langsung sakit luar biasa.. Awww.. Kalo sudah sakit begini, bernafas aja sambil menahan sakit, jadi bernafasnya ga bisa sampai maksimal (bernafas yang udara paru-parunya tinggal udara residu). Uwaaa ga enak banget deh. Muka udah mesem ga jelas dan ga enak bangetlah. Sakitnya menusuk-nusuk gitu deh. Dan yang bisa saya lakukan hanya berbaring saja.

Yah peristiwa ini paling saya inget, soalnya amazing banget. Sambil bersakit-sakit, kalo ngga salah tibalah waktu doa malam. Pada waktu itu sakitnya belum sembuh. Saya berdoa waktu itu sambil nunduk, mungkin agak kesakitan kali ya. Saya lupa saya lagi doain apa. Tiba-tiba, di saat posisi itu, seperti ada sesuatu yang dibetulkan. Saya membayangkan ada komponen spare part mobil yang slip atau tergeser, kemudian Seseorang membetulkannya dan mengembalikannya ke posisi semula. Dan benar saja, rasa sakitnya hilang seketika. Saya mulai menggerakkan badan dan bernafas sekuat-kuatnya dan tidak ada rasa sakit sama sekali. Wah thanks God!

Setelah itu, ih saya malah jadi takut sendiri. Ajaib gitu soalnya.. Sakitnya benar-benar hilang ngga berbekas. Wah memang penyembuhan Tuhan Yesus itu sempurna. Apa yang Dia kasih itu ngga setengah-setengah..

KISAH KEDUA:
Ini ceritanya waktu saya beli laptop. Waktu itu saya hanya berpikir tentang laptopnya, ngga mikirin asesorisnya. Soalnya setahu saya, softcase laptop itu harganya di atas seratus ribuan semua. Tapi sekali lagi, Bapa baik banget.

Jadi waktu itu, kalo ngga salah hari Kamis. Sepulang kuliah, saya rencananya mau janjian sama papa saya untuk membeli laptop ke BEC. Karena waktu kuliahnya cuma sampai siang, saya rencananya pengen main ke kosan anak komsel saya di ITB. Sebelum pergi ke kosannya, saya pergi dulu ke BIP untuk membeli cemilan. Eh ketemulah saya dengan kak Christ, kakak PA saya, dan Stefanus. Kemudian, kami mengobrol sebentar di depan Hypermart. Trus saya bilang kalo hari ini rencananya mau beli laptop. Trus Kak Christ ngasitau ada tempat jual softcase murah di BEC, hanya Rp 60.000,- Wah saya ngga nyangka bisa semurah itu. Singkat cerita, akhirnya saya beli laptop dan softcase 60 ribuan di BEC.

Memang beberapa hari yang lalu, saya berpikir untuk membeli softcase laptop, tapi saya berpikir, biar laptopnya dulu aja. Tapi gimana mau dibawa-bawa kalo ngga ada softcasenya. Saya males pake tas laptopnya, soalnya nanti keliatan bawa laptop. hehehe. Yang saya ngga nyangka, Bapa mempersiapkan hal kecil yang saya butuhkan. Karena awalnya harga softcase saya perkirakan seratus ribuan, jadi saya pikir saya harus nabung dulu buat beli softcase. Kalau saja saya ngga ketemu Kak Christ di hari itu, saya mungkin ngga tau info softcase murah. Selain itu, mutu softcase-nya juga bagus. Waterproof (saya pernah ngetes). Ah Bapa baik banget deh..

KISAH KETIGA:
Sebenernya ada banyak kejadian, namun yang saya ingat cuma sampai kisah ketiga ini, karena terjadi baru-baru ini.

Saya sekarang udah mulai kerja praktek dan saya menjadi perantau di Jakarta. Baru ngerasain yang namanya homesick, hehehe. Jadi saya pulang pergi naik busway dan metromini. Letak tempat tinggal saya di Cakung-Jakarta Timur dan saya bekerja di daerah Mampang-Jakarta Selatan. Cukup jauh. Bisa 2 jam lebih perjalanannya. Tapi kasih karunia Tuhan membuat saya bertahan.. hehehe..

Saya memang senang dengan hal-hal yang baru. Jadi waktu pertama kali naik busway, saya senang-senang sendiri. Berdiri atau duduk pun ngga masalah. Karena ini baruu :D Saya pernah nyobain semua tempat duduk di busway, bahkan di sebelah supir pun pernah. Berikut pemandangan dari tempat duduk di sebelah supir busway :D

Tapi lama-lama capek juga. Apalagi waktu hari ketiga saya di Jakarta, saya ingat perjalanan pulang saya hampir 4 jam, saudara-saudara.. Oh, God!

Kalo kita naik busway, ada tempat duduk dan ada pegangan untuk orang yang berdiri. Yang diprioritaskan duduk adalah wanita hamil, wanita dengan anak kecil, lansia, atau penyandang cacat.

Lucunya begini, hampir tiap saya lagi berdiri di antrian, saya bilang, “Tuhan, ntar pengen duduk dong!”. Kalo saya bilang gitu, hampir selalu saya dapat tempat duduk. Hehe. Entah langsung dapet, atau nunggu sebentar dulu. Tapi yah saya tetep memprioritaskan orang-orang yang diprioritaskan untuk duduk.

Kadang Tuhan juga nguji saya. Jadi waktu itu, busway lagi penuh dan saya berdiri. Di dekat saya, ada kakek-kakek habis olahraga kayaknya. Terus saya bilang ke Tuhan,

“Tuhan, kalo mbak-mbak yang duduk di depan aku ini ntar turun di halte berikutnya, ntar aku mau kasih tempat duduknya ah buat kakek itu..”

Lucunya, beberapa detik setelahnya, waktu busway transit di halte, mbak-mbak di depan saya turun dong, jadi tempat duduknya kosong. Langsung aja saya persilakan kakek-kakek itu untuk duduk. Dalam hati saya ketawa sendiri. Ih Tuhan lucu banget sih.. hahaha..hahaha..

Hmm masih banyak sebenarnya yang mau saya ceritain, tapi nanti saya ingat-ingat dulu deh.. Kalo ada cerita baru, nanti post ini saya edit ;)

Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu..

>>>more to come,,,