Apakah Anda Produk Injil Murahan?

Disadur dari tulisan Bang Parlin – Sion

Pesan Injil sering dilunakkan untuk menjadi lebih popular dan lebih disukai banyak orang. Isu utama yang sering kali diangkat dalam pemberitaan Injil hari-hari ini adalah : ‘life enhancement’, bahwa Yesus Kristus datang kedalam hidup kita untuk membuat hidup kita bahagia, disembuhkan, penuh dengan berkat dan sukacita selama ada dibumi ini.

Isu utama dalam Injil bukanlah kebahagiaan tapi adalah pembenaran. Benar bahwa sukacita, kesembuhan dan berkat-berkat adalah pekerjaan dari kasih karunia yang sama tapi tidaklah tepat untuk menggunakan buah-buah ini sebagai isu utama untuk orang datang kepada Kristus. Isu yang utama adalah percaya kepada Yesus berarti keselamatan yang kekal, bahwa setiap orang akan mengalami kematian dan mereka yang percaya akan diselamatkan dari murka yang akan datang (Ibrani 9:27)

Coba pertimbangkan anekdot ini: “Dua orang ada dalam satu pesawat, si A diminta untuk menggunakan tas parasut dengan himbauan bahwa tas ini akan menambah kenikmatannya sepanjang perjalanan dalam pesawat –hence : life enhancement- . Dia ragu-ragu tapi dia mencobanya juga, siapa yang tidak mau tawaran yang baik spt ini pikirnya? . Sesudah dia pakai, dia perhatikan duduknya jadi kurang nyaman karena dia tidak bisa bersandar. Bukan hanya itu saja, ttp dia mulai melihat org-org lain dalam pesawat mulai menertawakan dia, karena: dalam pesawat kok pakai parasut ?, dia pahit dan kecewa, setelah itu dia buang tas itu dan tidak mau memakainya lagi.
Si B diminta menggunakan parasut dan diberitahu bahwa pesawat mengalami kerusakan sehingga sewaktu-waktu dia harus melompat dari pesawat itu. Dia tidak memperhatikan duduknya yang kurang nyaman – perhatiannya betul-betul tertuju kepada saat dimana dia harus melompat dari pesawat dengan parasutnya. Baginya menggunakan parasut adalah suatu keharusan. Ketika orang lain menghina dia karena memakai parasut: dia malah heran kenapa orang lain tidak menggunakan parasut? Apakah mereka tidak peduli akan nyawa mereka ? – begitu pikirnya”. Segala ketidaknyamanannya dalam menggunakan tas parasut itu di pesawat dia anggap sebagai kompensasi yang wajar untuk harga keselamatan nyawanya.”

Begitulah mereka yang dihimbau memakai ‘parasut Kristus’ untuk lebih banyak kebahagiaan didunia ini. Saat tekanan datang, penderitaan datang, aniaya datang karena imannya – dia segera akan meninggalkan Kristus. Keluhan akan terjadi konstan karena setiap hal yang salah dalam hidupnya disalahkannya kepada Tuhan. Bukankah Tuhan bekerja bagi kenikmatan saya ? Studi jelek, masalah keluarga, dll maka salahkan Tuhan – kok jadi seperti ini ikut Tuhan seru mereka.
Tapi mereka yang mendengar kabar Injil dan diberitahu bahwa manusia akan mati, dan api yang kekal akan menanti mereka yang tidak percaya Kristus akan bersyukur setiap hari u/jaminan hidup kekal itu. Tantangan dan aniaya adalah risiko wajar dari suatu iman yang memimpin mereka pada hidup yang kekal. Itu sebabnya rasul-rasul dan gereja mula-mula tidak takut untuk mati bagi Nama itu sementara hari ini sejumput uang bisa membeli iman seseorang.

Pendosapun juga bahagia dalam dosa-dosanya. Sebelum hati nurani merk makin mengeras, mereka memang akan cukup menderita dalam dosa. Setiap kali mereka melakukan itu, ada sesuatu dalam diri mereka yang menentang perbuatan dosa itu dan membuat mereka cukup menderita. Inilah hati nurani yang terganggu. Tapi setelah beberapa saat mengeraskan hati terhadap berkali-kali himbauan untuk pertobatan, maka hati nurani akan mengeras.

Yang salah akan kelihatan benar dan yang benar akan kelihatan salah. Seperti penduduk Niniwe yang tidak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Perbuatan dosa akan menjadi lebih nikmat, sekali-kali merk akan merasa kosong dan hampa, tapi hati yang keras itu seperti hati Firaun telah ditetapkan untuk kebinasaan. Pendosa yang keras hati seperti itu, bahagia akan dosa-dosanya – tapi tetap saja akan binasa tidak peduli betapa bahagianya pun mereka dengan dosanya.

Yak 2:9 , kita akan diyakinkan oleh Hukum Allah bahwa kita berdosa terhadap Allah. Dosa adalah yang paling utama pelanggaran kita terhadap hukum-hukum Allah. Kebanyakan orang tidak merasa berdosa, karena mereka yakini mereka baik terhadap orang lain, tidak menganggu hidup orang lain dsb. “Kan hidupku sendiri yang kurusakkan”, kata mereka. Tapi dosa adalah pelanggaran hukum-hukum Allah

Rom 7:7 What shall we say then? Is the law sin? God forbid. Nay, I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet.

Hukum Tuhan tidak membenarkan tapi menunjukkan kesalahan-kesalahan kita. Tidak menolong kita tapi hanya membuat kita merasa tidak berdaya sehingga kita melemparkan diri kepada kasih karunia Allah. Itulah fungsi Hukum Taurat.
Karena anda bersalah menurut Hukum Taurat, dan hukuman anda adalah kebinasaan, maka pesan Injil menjadi relevan. Kabar baik menjadi ‘kabar yang benar-benar baik’, setelah kita mengerti pelanggaran kita, betapa rusaknya kita dan betapa tidak berdayanya kita dalam dosa kita. Dan bahwa tanpa Kristus kita sedang menuju kebinasaan yang kekal.
KABAR BAIK adalah kabar baik apabila seseorang dibuat mengerti pelanggarannya dan hukuman kekal yang menantinya. Mereka yang puas akan Kalvari yang telah menyelamatkannya dari dosa dan penghukuman yang kekal tidak menuntut lebih banyak lagi tapi bahkan menjadi orang-orang yang rindu mengasihi Tuhan dan manusia lebih banyak lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s