Seperti Film Action

Hari ini (tepatnya 9 Juni 2011), saya bangun dari tidur dengan mengingat sebuah mimpi. Saya bermimpi. Mimpinya aneh, dan cukup aneh untuk dilupakan. Dan saya jadi pengen cerita di blog.

Saya ada di suatu rumah dengan banyak orang. Rumah ini pun bentuknya aneh. Temboknya seperti tidak selesai dan berlubang di sana-sini. Tetapi lubangnya artistik, bentuknyaΒ kotak-kotak. Dan itu tidak membuat rumah ini menjadi jelek, tetapi malah justru bagus. Saya berada di situ bersama banyak orang yang saya ga kenal. Saya ingat saya mengenakan setelan blazer di rumah itu. Dan yang kami lakukan hanya mondar-mandir di rumah itu (gatau nih saya dan orang-orang itu lagi ngapain -_-), karena rumah ini cukup unik dan asyik untuk dijelajahi. Banyak tangga di sana-sini, walaupun ada yang tangganya hanya memiliki 3 atau 4 anak tangga. Lubang atau jendela di rumah ini pun banyak dan letaknya tidak beraturan. Dan bentuk lubangnya bermacam-macam, tidak hanya kotak.

Hal aneh lainnya, rumah ini terletak di suatu lapangan rumput liar. Jadi rumah ini hanya sendiri di kawasan itu. Tidak ada rumah tetangga. Di kiri kanannya cuma terdapat pohon-pohon dan rumput-rumput yang tinggi.

Kemudian, tiba-tiba datanglah sekelompok orang yang terdiri dari 2 atau 3 orang (saya lupa pastinya berapa). Mereka datang ke rumah yang kami tempati dan berbicara kepada kami semua. Orang yang berbicara berperawakan biasa. Seorang laki-laki muda yang badannya pendek dan berambut klimis belah pinggir. Dia membawa senapan seperti yang dimiliki FBI dalam film-film.

Laki-laki itu menyampaikan sesuatu yang aneh. Dia berkata bahwa dia akan membunuh kami semua pada pukul 09.00. Dia berkata seperti orang pidato. Tidak menyeramkan bagi kami. Dan kami yang ada di rumah itu tidak merasa terancam. Kemudian sekelompok orang itu pun pergi. Kami santai-santai saja di rumah itu seperti tidak ada apa-apa. Sepertinya kata-kata pria tadi kami anggap angin lalu saja. (NB: Ini aja udah aneh :p)

Tepat pukul 09.00 (ada jam di mimpi saya), tepatnya jam 9 pagi, tidak terjadi apa-apa. Kami masih di rumah itu mondar-mandir. Namun saya berpikir, kalau memang orang itu jadi mau membunuh kami, dia pasti akan menggunakan bom untuk meledakkan rumah itu, karena itu cara yang cepat. Sebelumnya ada hal aneh yang terjadi. Entah bagaimana, saya sedang memegang jarum. Tiba-tiba jarum tersebut menempel ke dinding rumah. Saya beranggapan rumah ini dindingnya adalah elektromagnet, karena jarum yang saya pegang tiba-tiba menempel ke dinding. Dan benda- benda yang terbuat dari besi menempel ke dinding. Saya pernah melihat pedang besi menempel ke dinding tiba-tiba di rumah ini.

Setelah lewat beberapa menit dari jam 9, tiba-tiba kami melihat dari jendela, suatu ledakan dari jauh. Ledakan yang riuh dan heboh, seperti ledakan bom di suatu desa. Ledakan itu berlangsung cukup lama, dan kami semua yang ada di rumah menjadi agak panik. Tiba-tiba saya melihat sesuatu kepingan besi yang terlempar dari ledakan itu menuju ke rumah kami. Dan kepingan besi itu menempel di dinding.

Tiba-tiba saya mengerti sesuatu. Ternyata orang-orang tadi serius mau membunuh kami. Hanya saja caranya tidak langsung meledakkan rumah kami dengan bom, tetapi memakai besi-besi hasil ledakan bom di tempat lain itu untuk menghantam rumah kami, karena rumah itu dindingnya bersifat elektromagnet. Saya berpikir bagaimana jika besinya besar, lebih besar dari rumah kami, mungkin rumahnya akan langsung hancur. Tiba- tiba saya langsung mengajak orang-orang yang ada di rumah itu untuk keluar rumah. Beberapa sudah ada yang keluar dari rumah. Pada waktu itu, atap rumah kami sudah hancur.

Pada waktu mengevakuasi orang-orang, tiba-tiba saya melihat adik saya sedang berlutut gemetar di rumah itu dengan teman ceweknya. Saya kaget melihatnya dan kontan saja saya langsung berlari mendatangi dia dan menyuruh dia untuk keluar dari rumah. Setelah adik saya keluar dari rumah, tiba-tiba ada sebuah bis berwarna biru yang terbuat dari besi terbang dengan cepat ke arah rumah kami, dan kelihatannya akan menghantam rumah elektromagnet kami.

Stop.

Oke, saya perlu mengingatkan lagi, ini hanya mimpi. Dan mimpinya aneh. Bis besi berwarna biru ini cukup besar untuk menghancurkan rumah kami. Ini tidak masuk akal kan? Hahaha.

Lanjut lagi.

Pada intinya, semua orang di dalam rumah berhasil dievakuasi dan kami semua selamat. Beberapa dari kami duduk di rumput-rumput liar, dan beberapa duduk di sofa -> ini udah sangat aneh, karena kami duduk di sofa di suatu ruangan, padahal kan harusnya di lapangan rumput. Kami yang ada di situ bercerita satu sama lain. Saya gatau apa yang kami bicarakan. Yang jelas, sebelum jam 9 pagi, kami hanya peduli diri masing-masing dan mondar-mandir menikmati rumah yang unik. Setelah terjadi peristiwa menakjubkan ini, kami mulai berbicara satu sama lain.

Oke. Mimpi selesai. Padahal saya sudah lama ga nonton film action, tapi kok mimpi kaya gini.

Namun bahkan dalam mimpi pun, saya tetap diselamatkan ;)

more to come…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s