Mendobrak Pintu

Ini bukan cerita tentang bagaimana cara mendobrak pintu dengan aman dan efektif, apalagi mendobrak pintu untuk melampiaskan kemarahan.. hehehhe..

Tapi malem ini, seperti terlintas dalam pikiran saya bahwa saya harus mendobrak pintu. Pintu-pintu ini seharusnya bisa terbuka, tetapi pikiran dan diri saya sendiri seakan-akan tetap mengunci pintu ini.

Sudah cukup pintu-pintu ini terkunci.

Sekarang, terbukalah, hai pintu..

Bahkan saya akan lari dengan bergairah dan MENDOBRAK PINTU.. HYAAA

Ceritanya begini.

Saya sering curhat sama Bapa tentang betapa banyaknya masalah. Tekanan di sana-sini. Dari kuliah sampe pelayanan. This and that. Here and there.

Sebenarnya yang jadi problem bukan masalah itu sendiri sih. Tapi kadang respon saya sendiri yang membuat saya tertekan.

Saya sering merasa seperti orang kalah. Saya sering datang sama Bapa dengan keadaan yang tidak berpengharapan. Seolah-olah kebahagiaan saya lenyap seketika. Seolah-olah kayak saya yang punya masalah paling banyak sedunia…..

Oke, ga usah dilanjutin deh!

Tiba-tiba, entah dapat kekuatan darimana (pasti dari Bapa sih), waktu saya lagi ngobrol sama Dia, tiba-tiba saya bilang,

AKU AKAN BERLARI DAN MENDOBRAK PINTU. AKU PASTI MENANG.

Well, saya tahu itulah yang saya harapkan. Saya tahu saya punya otoritas untuk mengatakan sama pintu-pintu itu, “Terbukalah!”

Saya tahu saya ditetapkan untuk menang, bukan kalah. Saya tahu saya ditetapkan untuk jadi kepala, bukan pengekor. Saya tahu di depan sana semuanya akan cerah dan luar biasa. Saya akan berlari sampai finish. Saya akan mengalahkan musuh. Saya tidak akan menyerah. Saya akan melampaui kekuatan saya sendiri.

Saya tahu saya bisa dapatkan semua itu. Saya percaya. Sungguh percaya. Saya ga akan ngomong dengan nada depresi atau hopeless lagi, karena saya tahu saya ini siapa. Bapa yang saya percaya pasti ga akan membiarkan saya jadi orang gagal. Bapa ga bisa melakukan sesuatu yang jahat buat saya.

Mari angkat kepalamu dan lihatlah ke langit. Pandanglah dirimu sebagaimana Aku memandangmu. Percaya sama Aku!

That’s so great, marvelous!

Bapa cuma minta aku untuk percaya, percaya, dan percaya. Simple thing. Pikiran saya ga perlu ikut ribet.

Kemudian saya teringat dengan doa Habakuk,

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Luar biasa. Sekalipun dalam keadaan tertekan, seolah-olah segala sesuatu hancur, dia ga kehilangan kebahagiaannya. Dia tahu posisinya. Dan dia mengenal siapa Tuhannya. Makanya dia bisa tetap berbahagia walaupun apa yang dia lihat mengecewakan.

Sekarang mungkin, ada banyak pintu yang sepertinya masih terkunci rapat. Mustahil untuk didobrak, apalagi dibuka. Tapi saya mau bilang,

Aku akan berlari…

dan MENDOBRAK PINTU…

;)

Advertisements

2 comments

  1. wahai para pembaca blog ini, jgn lupa mengunci pintu, jendela, dan pagar rumah anda rapat2, spy tidak didobrak sm juli

    hehehehehe

    becanda, dek :D

    semangat mendobrak setiap pintu (tp kesannya serem euy klo mendobrak pintu, mending minta kunci pintu sm Bapa, trus dibuka deh pintunya, hehehe, whatever lah, tidak mengubah makna koq)

    mari kita cerita2, jgn sungkan2 :D

    gbu :*

    1. haha.. iya sih kak awalnya aku juga mikirnya agak serem..
      tapi yang terlintas di pikiranku itu sih.. hehe
      ayo kak cerita-cerita ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s