December 23, 2011

Gloria

Gloria in excelsis Deo, yang artinya “Glory to God in the highest” (keren banget artinya).

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2012, 2011 akan berakhir. Merayakan Natal sudah menjadi seperti kebiasaan setiap tahun. Saking terbiasanya, saya menganggap Natal itu biasa saja. Yang asyik hanyalah perubahan suasana dari pernak-pernik natal, kue-kue, dan lagu-lagu.

Jujur saya, saya lebih suka Paskah ketimbang Natal, karena beberapa alasan. Yang pertama, saya banyak menemui bahwa natal itu lebih berkaitan dengan hedonisme daripada Tuhan Yesus sendiri. Di banyak negara, natal identik dengan party, holiday, dan hedonisme. Banyak gereja juga yang menghabiskan duitnya untuk perayaan natal besar-besaran. Yang kedua, gereja saya tidak merayakan natal, karena setahu saya, natal tidak tercatat di Alkitab untuk dirayakan, tetapi untuk Paskah, Tuhan menyuruh bangsa Israel untuk merayakan Paskah.

Namun cerita ini belum berakhir.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar pernyataan dari gembala saya di pelayanan mahasiswa. Itu membuka wawasan saya tentang natal. Beliau berkata, “semangat natal adalah semangat misi”. Artinya tidak ada pengorbanan Yesus di kayu salib kalau Dia tidak lahir ke dunia. Kedatangan Yesus ke dunia saja merupakan kesukaan besar bagi seluruh dunia. Kedatangan orang-orang yang membawa kabar baik ke suatu tempat adalah suatu sukacita bagi tempat tersebut, kedatangannya saja lho! Kedatangan orang yang membawa Injil ke kampus-kampus adalah sukacita besar bagi kampus-kampus.

Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik! Roma 10:15

Jadi tidak ada Paskah kalau tidak ada Natal. Tidak ada kematian dan kebangkitan Yesus kalau tidak ada kelahiran Yesus.

 

Merry Joyous Christmas!

December 21, 2011

Efek

Memanfaatkan Adobe Photoshop yang ter-install di PC kantor.

This slideshow requires JavaScript.

Tags: ,
December 19, 2011

Failure

This is the point of our failure : We will LEARN  -me-

We’ll not know SUCCESS, until we face failure.

Tags: , ,
December 8, 2011

Secarik #1

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Roma 11:36

Segala sesuatu adalah tentang Tuhan, bagaimana Dia berpikir, berkehendak, berkata, dan bertindak. Segala hal yang berhubungan dengan Dia, itulah yang menjadi inti dari segala sesuatu. Bahkan karya penebusan Yesus di kayu salib pun adalah berpusat kepada-Nya, bukan kepada manusia. Apalah kita ini, hanya seonggok debu yang dipandang-Nya begitu berharga, sehingga kita begitu diinginkan-Nya.

Menghadapi keadaan dan atmosfer yang berubah belakangan ini banyak membuat saya merenung dan berpikir. Sampai sedalam apa dan sampai setinggi apa Dia itu? Dia yang kita sembah, kita tinggikan setiap hari. Apa sebenarnya yang menjadi kerinduan hati-Nya? Apa yang terletak di jantung hati-Nya?

Mengapa manusia diciptakan? Mengapa kita ada di dunia ini? Saya pernah sempat berpikir kok saya bisa ada di dunia ini, dengan mata, hidung, telinga, dan indera yang lainnya. Mengapa saya hidup di jaman ini dan bukan jaman dulu atau masa depan? Apakah ada tubuh yang pernah saya diami beberapa abad yang lalu? Well, pertanyaan terakhir memang aneh, tetapi itulah yang ada di pikiran saya. Waktu saya dimuridkan, saya mendapat pernyataan bahwa manusia diciptakan sebagai sasaran kasih Allah. Oh betapa indah, bukan? Dia yang menciptakan kita dan melimpahkan kasih-Nya yang lebih luas dari samudera kepada kita. Inilah hati Tuhan yang saya kenal. Segala jalan-Nya adalah kasih, keadilan, dan kebaikan.

Kita sudah pernah mendengar tentang dosa, hukum Allah, dan kasih karunia yang dikerjakan Yesus di kayu salib. Yah, kita biasa mendengar itu semua dalam penginjilan, bahkan mungkin kita sudah sering sekali membagikan Injil. Tetapi untuk mengerti tentang kasih karunia sepenuhnya, membutuhkan waktu seumur hidup. Selalu ada hal yang baru yang Tuhan nyatakan untuk sasaran kasih-Nya. Pernahkah kita benar-benar merasa berdosa? Pernahkah kita benar-benar merasa terpuruk dan butuh pertolongan untuk keluar dari semuanya?

Segala sesuatu berpusat pada Tuhan.

Mungkin kita pernah merasa begitu terpuruk dan benar-benar butuh pertolongan Tuhan. Tetapi pernahkah kita merasa, dengan dosa-dosa yang kita perbuat itu, kita melanggar hukum Allah? Pernahkah kita merasa kita menghina hukum-Nya dengan dosa-dosa kita? Seperti Daud di Mazmur 51: 6 berkata “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.”

Bagi sebagian orang (dan pikiran saya waktu dulu), masalah dosa dan kesalahan terlihat horizontal, misalnya, jika saya membenci orang, saya punya dosa terhadap orang tersebut, atau misalnya jika saya melawan orangtua, saya berdosa terhadap orang tua saya. Namun setelah saya pikir sekarang, itu terlalu rendah untuk menjadi alasan seseorang bertobat. Saya berpikir dan merenung, wow, pasti Tuhan tersakiti pada waktu saya melakukan dosa. Pribadi yang Agung itu saya hina dengan perbuatan dosa dan nafsu saya. Mungkin bagi orang-orang yang terikat rokok, mereka berpikir harus bertobat karena itu rokok berbahaya untuk kesehatan, merugikan keluarga, menghabiskan duit, dan sebagainya. Namun pernahkah mereka berpikir bahwa perbuatan mereka itu menyakitkan hati Allah yang Maha Tinggi dan perbuatan sama seperti mengolok dan meludahi Yesus di kayu salib?

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. 2 Korintus 7:10

Betapa malangnya manusia, betapa malang! Dilahirkan dalam dosa, tanpa bisa memilihnya. Betapa celakanya manusia, kecenderungannya adalah dosa. Siapa yang bisa memilih untuk dilahirkan atau tidak? Siapa yang bisa memilih untuk lahir dalam dosa atau tidak? Oh how pathetic! Mungkin lebih baik kita menjadi kecoa yang hidup di selokan dan mati diinjak manusia tetapi tidak memiliki tabiat dosa, tidak berakhir dalam kekekalan neraka, dan tidak menyakiti Dia dengan dosa kita.

Tetapi syukur kepada Allah. Semuanya berpusat kepada-Nya. Ini bukan tentang kita, manusia. Dalam keterpurukan dan ketidakberdayaan kita dalam dosa, Dia datang sebagai Juruselamat. Menyelamatkan kita dari kematian kepada kehidupan. Membawa kita kepada kemuliaan-Nya. Jika kita mengerti betul hukuman apa yang akan datang, kita akan sangat menghargai salib. Jika kita paham benar kita ini diselamatkan dari apa, kita tidak akan main-main lagi dengan Dia.

Hukum-Nya dibuat supaya kita mengerti bagaimana standar Allah, apa itu dosa (Roma 7:7), dan melihat ketidakberdayaan kita memenuhi hukum itu. “I have found by long experience that the severest threatenings of the law of God have a prominent place in leading men to Christ. They must see themselves lost before they will cry for mercy; they’ll not escape danger until they see it.” – A.B. Earl. Injil tidak bisa dipisahkan dari Hukum Taurat. Justru hukum itulah yang secara sempurna menyegarkan jiwa-converting the soul (Mazmur 19:8). Dengan hukum itu saya tahu saya berdosa dan bersujud di kaki Yesus meminta pengampunan.

Itulah yang seharusnya benar-benar berharga bagi setiap orang. Yesus yang menyelamatkan dari kematian. Walaupun dianiaya, dicibir, dikucilkan, seseorang akan tetap bertahan kalau Dia menjadikan Yesus segala-galanya. Salib-Nya tidak ternilai, lebih tinggi dari semua apa yang bisa dunia capai.

Setelah lulus, saya memang minta ke Tuhan untuk menempatkan saya di Bandung, dengan beberapa alasan tertentu, seperti anak rohani dan perintisan kampus pengembangan. Dan kadang hal ini menjadi pergumulan sekarang. Pergumulan ini banyak membuat saya mencucurkan air mata, tetapi ketika saya ingat lagi apa yang Yesus sudah lakukan di kayu salib, semua pergumulan itu seolah-olah kecil dan terlihat kurang penting. Saya diingatkan kembali apa yang kekal dan benar-benar berharga. Seperti seseorang yang menjual seluruh harta miliknya untuk mendapat mutiara yang berharga. Saya kembali terduduk diam dan bersyukur bahwa saya diselamatkan dari hukuman kekal. Dan selalu ada alasan untuk bersyukur, dan bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga (Luk 10:20)

Segala sesuatu berpusat pada Tuhan.

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? Amsal 20:6

Bagaimana untuk menjadi tetap setia sampai kepada akhirnya? Kita, manusia, tahu bahwa kemanusiawian kita tidak mampu melakukannya. Manusia adalah makhluk lemah, tak berdaya, bagaimana bisa kita punya kekuatan untuk tetap setia?

Looking away [from all that will distract] to Jesus, Who is the Leader and the Source of our faith [giving the first incentive for our belief] and is also its Finisher[bringing it to maturity and perfection]. He, for the joy [of obtaining the prize] that was set before Him, endured the cross, despising and ignoring the shame, and is now seated at the right hand of the throne of God. Hebrews 12:2 AMP

Seiring berjalannya waktu, saya banyak diajari Tuhan mengenai remuk hati dan hati yang lembek seperti plastisin yang mudah dibentuk. Sebenarnya untuk menjadi setia pun adalah kasih karunia Tuhan. Dialah yang mengawali, menjadi sumber dari iman kita dan yang mengakhirinya juga dengan kedewasaan dan kesempurnaan. Hmm jadi apa bagian kita? Bagian kita adalah mengikuti-Nya. Taat dan ikut kemanapun Dia membawa kita.

Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. Matthew 11:29 NIV

Segala sesuatu berpusat pada Tuhan.

Ada satu lirik lagu berbunyi seperti ini,

“I will not boast in anything, no gifts, no power, no wisdom.

But I will boast in Jesus Christ, His death and resurrection”

Ada hal menarik di salah dua dari murid Yesus, Yohanes dan Petrus. Kita tahu Petrus memiliki karakter meledak-ledak, omong-doang, dan bersemangat. Kita mengetahui kasih manusiawinya pada Yesus yang mengatakan, “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Pada akhirnya, ia menyangkal Yesus dengan sukses. Yohanes yang menyebut dirinya dalam kitabnya “murid yang dikasihi Yesus” memiliki pengertian yang luar biasa mengenai kasih Yesus terhadap dirinya. Pada akhirnya, Yohaneslah yang tetap bertahan pada saat Yesus disalib (Yoh 19:26-27).

Petrus membanggakan kasihnya kepada Yesus, dan dia gagal membuktikannya. Tetapi Yohanes membanggakan kasih Yesus kepadanya, sampai-sampai ia mengganti namanya dengan “murid yang dikasihi Yesus” di dalam kitabnya sendiri. Siapakah yang kita banggakan? Apakah kita membanggakan sesuatu yang ada di dalam diri kita? Kasih kita, kemampuan kita, ketaatan kita, kesetiaan kita? Ataukan Yesus dan kasih-Nya yang kita banggakan dalam kehidupan kita?

Segala sesuatu berpusat kepada Tuhan. Be blessed : )

December 3, 2011

Song of Redemption

Come, Thou Fount of Every Blessing

Here is Love Vast as The Ocean

: )

November 25, 2011

Dusk

Maybe, the title of the post is not related with the content, hehe. Well, I’m trying to improve my English skill, so I’m writing it in English. I hope not a lot of bad grammar here.

If you search on your dictionary, dusk means senja in Indonesian. Senja is the name of company where I work. Yes, I started to work here from end of July 2011, soon after my graduation. This company is so homy. The office buildings looks like an apartment. Unlike most people who work with formals, we usually work with casual clothing. The office hours starts from 11am until 7pm. Hmm, it’s late if we compare to other company in Indonesia. We start from 11am because we have to match the time with the company in UK. Our boss is a German. I’m employed here as a web developer. I’ve got so many experiences about web developing since I worked here.

This is my workspace. Yeah, I got 2 monitors. It makes me work easier.

The office is relatively far from anywhere. It’s located in Resor Dago Pakar, Bandung. Well, one of the furthest way is in the Resor Dago Pakar itself. We have to pass the road, up and down, like hills -__- I realize that it takes extra gasoline.

That’s my keyboard and office’s gadget. I like working here. So many gadgets, haha

There’s a weird stuff in my office. It’s a fake radish. You can see the picture below. Can you find the difference with the original radish? haha. Which one is the original stuff? Radish or orange?

When our boss was still in Indonesia, he often invited us out for lunch. Wow, I couldn’t wait if it was the day to go out, hehe. Here’s the example of the food for our lunch.

First of all, Nasi Liwet Ayam Jamur from Boemi Joglo Restaurant. It’s delicious. The second image is Nasi Timbel from The Valley. And the third one, is the best lunch ever (lebay haha), Kambing Bakar Madu :3 from Kambing Soen Restaurant. Those are the food I’ve ever tasted when my boss was in Indonesia for lunch. He invited us to go out weekly.

When we are invited to The Valley, we played golf freely, paid by my boss. That was the first time I played golf and the stick was so heavvyy. Well, I thought the golf stick is light enough before. After playing golf, there was tremor in my right hand. It has hurt for few days, huhu. There was a golf car at The Valley, and I took photo with it. Ta da!

That’s our Dusk :D

…more to come…

November 8, 2011

Nothing Physical that Can Give You Joy

Looking away [from all that will distract] to Jesus, Who is the Leader and the Source of our faith [giving the first incentive for our belief] and is also its Finisher [bringing it to maturity and perfection]. He, for the joy [of obtaining the prize] that was set before Him, endured the cross, despising and ignoring the shame, and is now seated at the right hand of the throne of God. Hebrews 12:2 AMP

Tags: , , ,
November 8, 2011

Apakah Anda Produk Injil Murahan?

Disadur dari tulisan Bang Parlin – Sion

Pesan Injil sering dilunakkan untuk menjadi lebih popular dan lebih disukai banyak orang. Isu utama yang sering kali diangkat dalam pemberitaan Injil hari-hari ini adalah : ‘life enhancement’, bahwa Yesus Kristus datang kedalam hidup kita untuk membuat hidup kita bahagia, disembuhkan, penuh dengan berkat dan sukacita selama ada dibumi ini.

Isu utama dalam Injil bukanlah kebahagiaan tapi adalah pembenaran. Benar bahwa sukacita, kesembuhan dan berkat-berkat adalah pekerjaan dari kasih karunia yang sama tapi tidaklah tepat untuk menggunakan buah-buah ini sebagai isu utama untuk orang datang kepada Kristus. Isu yang utama adalah percaya kepada Yesus berarti keselamatan yang kekal, bahwa setiap orang akan mengalami kematian dan mereka yang percaya akan diselamatkan dari murka yang akan datang (Ibrani 9:27)

Coba pertimbangkan anekdot ini: “Dua orang ada dalam satu pesawat, si A diminta untuk menggunakan tas parasut dengan himbauan bahwa tas ini akan menambah kenikmatannya sepanjang perjalanan dalam pesawat –hence : life enhancement- . Dia ragu-ragu tapi dia mencobanya juga, siapa yang tidak mau tawaran yang baik spt ini pikirnya? . Sesudah dia pakai, dia perhatikan duduknya jadi kurang nyaman karena dia tidak bisa bersandar. Bukan hanya itu saja, ttp dia mulai melihat org-org lain dalam pesawat mulai menertawakan dia, karena: dalam pesawat kok pakai parasut ?, dia pahit dan kecewa, setelah itu dia buang tas itu dan tidak mau memakainya lagi.
Si B diminta menggunakan parasut dan diberitahu bahwa pesawat mengalami kerusakan sehingga sewaktu-waktu dia harus melompat dari pesawat itu. Dia tidak memperhatikan duduknya yang kurang nyaman – perhatiannya betul-betul tertuju kepada saat dimana dia harus melompat dari pesawat dengan parasutnya. Baginya menggunakan parasut adalah suatu keharusan. Ketika orang lain menghina dia karena memakai parasut: dia malah heran kenapa orang lain tidak menggunakan parasut? Apakah mereka tidak peduli akan nyawa mereka ? – begitu pikirnya”. Segala ketidaknyamanannya dalam menggunakan tas parasut itu di pesawat dia anggap sebagai kompensasi yang wajar untuk harga keselamatan nyawanya.”

Begitulah mereka yang dihimbau memakai ‘parasut Kristus’ untuk lebih banyak kebahagiaan didunia ini. Saat tekanan datang, penderitaan datang, aniaya datang karena imannya – dia segera akan meninggalkan Kristus. Keluhan akan terjadi konstan karena setiap hal yang salah dalam hidupnya disalahkannya kepada Tuhan. Bukankah Tuhan bekerja bagi kenikmatan saya ? Studi jelek, masalah keluarga, dll maka salahkan Tuhan – kok jadi seperti ini ikut Tuhan seru mereka.
Tapi mereka yang mendengar kabar Injil dan diberitahu bahwa manusia akan mati, dan api yang kekal akan menanti mereka yang tidak percaya Kristus akan bersyukur setiap hari u/jaminan hidup kekal itu. Tantangan dan aniaya adalah risiko wajar dari suatu iman yang memimpin mereka pada hidup yang kekal. Itu sebabnya rasul-rasul dan gereja mula-mula tidak takut untuk mati bagi Nama itu sementara hari ini sejumput uang bisa membeli iman seseorang.

Pendosapun juga bahagia dalam dosa-dosanya. Sebelum hati nurani merk makin mengeras, mereka memang akan cukup menderita dalam dosa. Setiap kali mereka melakukan itu, ada sesuatu dalam diri mereka yang menentang perbuatan dosa itu dan membuat mereka cukup menderita. Inilah hati nurani yang terganggu. Tapi setelah beberapa saat mengeraskan hati terhadap berkali-kali himbauan untuk pertobatan, maka hati nurani akan mengeras.

Yang salah akan kelihatan benar dan yang benar akan kelihatan salah. Seperti penduduk Niniwe yang tidak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Perbuatan dosa akan menjadi lebih nikmat, sekali-kali merk akan merasa kosong dan hampa, tapi hati yang keras itu seperti hati Firaun telah ditetapkan untuk kebinasaan. Pendosa yang keras hati seperti itu, bahagia akan dosa-dosanya – tapi tetap saja akan binasa tidak peduli betapa bahagianya pun mereka dengan dosanya.

Yak 2:9 , kita akan diyakinkan oleh Hukum Allah bahwa kita berdosa terhadap Allah. Dosa adalah yang paling utama pelanggaran kita terhadap hukum-hukum Allah. Kebanyakan orang tidak merasa berdosa, karena mereka yakini mereka baik terhadap orang lain, tidak menganggu hidup orang lain dsb. “Kan hidupku sendiri yang kurusakkan”, kata mereka. Tapi dosa adalah pelanggaran hukum-hukum Allah

Rom 7:7 What shall we say then? Is the law sin? God forbid. Nay, I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet.

Hukum Tuhan tidak membenarkan tapi menunjukkan kesalahan-kesalahan kita. Tidak menolong kita tapi hanya membuat kita merasa tidak berdaya sehingga kita melemparkan diri kepada kasih karunia Allah. Itulah fungsi Hukum Taurat.
Karena anda bersalah menurut Hukum Taurat, dan hukuman anda adalah kebinasaan, maka pesan Injil menjadi relevan. Kabar baik menjadi ‘kabar yang benar-benar baik’, setelah kita mengerti pelanggaran kita, betapa rusaknya kita dan betapa tidak berdayanya kita dalam dosa kita. Dan bahwa tanpa Kristus kita sedang menuju kebinasaan yang kekal.
KABAR BAIK adalah kabar baik apabila seseorang dibuat mengerti pelanggarannya dan hukuman kekal yang menantinya. Mereka yang puas akan Kalvari yang telah menyelamatkannya dari dosa dan penghukuman yang kekal tidak menuntut lebih banyak lagi tapi bahkan menjadi orang-orang yang rindu mengasihi Tuhan dan manusia lebih banyak lagi.

October 5, 2011

Trust Me

Made by my lil sister, Meilisa

October 4, 2011

Mumpung Lagi Mati Lampu

Saat ini di kantor sedang mati lampu, tetapi wifi tetap nyala. Saya iseng-iseng mencoba posting lewat handphone, saya menggunakan Opera Mini 6.1

Coba upload gambar dari hp ternyata jg bisa :D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.